Ekosistem dan Konservasi

https://biologi.guruindonesia.id/
Ekosistem dan Konservasi
Biologi.guruindonesia.id Salam hangat Guru Indonesia, semoga selalu diberikan kesehatan, kesuksesan dalam kehidupan sehari-hari. Pada kesempatan ini saya berbagi informasi terkait Ekosistem dan Konservasi

A. Makhluk Hidup dan Lingkungan Udara
air, dan tanah merupakan benda mati yang disebut abiotik. Di dalam hutan, udara terasa segar, juga terdapat aliran sungai kecil atau kolam serta, tanah tempat tumbuh tanaman. Di dalam hutan, terdapat berbagai jenis tumbuhan dan hewan yang hidup di dalamnya, seperti tanaman pohon perdu, tanaman penutup tanah, juga terdapat hewan seperti ular, musang, trenggiling, lipan, dan kupu-kupu. Makhluk hidup penghuni hutan tersebut disebut biotik. Hutan tersebut adalah contoh ekosistem. Ekosistem adalah satu kesatuan yang dibentuk oleh hubungan timbal balik antara makhuk hidup ( yang disebut komponen biotik) dan lingkungannya yang disebut komponen abiotik. Setiap ekosistem memiliki ciri-ciri lingkungan fisik, kimia, tipe vegetasi dan tipe hewan yang berbeda. Faktor abiotik yang mempengarui faktor biotik adalah iklim, tanah, air, udara, suhu, angin kelebaban, cahaya, mineral. Variasi faktor abiotik menimbulkan kondisi berbeda pada setiap Ekosistem dan Konservasi

Keanekaragaman hayati memiliki banyak interpretasi, yaitu menggantikan istilah keragaman spesies dan kekayaan spesies. Keanekaragaman hayati diartikan sebagai "totalitas gen, spesies, dan ekosistem suatu daerah". Definisi ini digunakan untuk menggambarkan pandangan terpadu dari tiga tingkat karakter biologis, yaitu (1) keanekaragaman jenis, (2) ekosistem keanekaragaman dan (3) keanekaragaman genetik
Ekosistem adalah suatu kesatuan komunitas dan lingkungan hidup yang saling berinteraksi satu sama lain dan membentuk hubungan timbal balik yang berkelanjutan. Oleh karena itu, ekosistem disebut pula sebagai sistem lingkungan (sistem ekologi). Ekosistem memiliki ukuran yang berbeda-beda. Ekosistem kecil akan membentuk ekosistem yang lebih besar. Seluruh ekosistem di muka bumi ini akan membentuk satu ekosistem yang lebih besar yang disebut bioma, contohnya bioma hutan hujan tropis

B. Komponen Penyusun
Ekosistem Komponen utama pembentuk ekosistem adalah habitat dan komunitas. Habitat adalah lingkungan abiotik (lingkungan fisik) tempat dimana organisme hidup. Komunitas adalah kelompok individu dari jenis yang sama dan bersama-sama menghuni tempat tertentu. Ekosistem terdiri atas berbagai komunitas yang saling berinteraksi dengan komunitas lain dan dengan lingkungan fisiknya.

1. Komponen Abiotik 
Habitat atau lingkungan abiotik adalah komponen penyusun ekosistem yang terdiri atas faktor fisik dan kimia dari sebuah medium tempat berlangsungnya kehidupan bagi komponen biotik. Sebagian besar komponen ini sangat bervariasi dalam dimensi ruang dan waktunya. Adapun komponen abiotik berupa bahan atau senyawa anorganik, serta faktor yang mempengaruhi distribusi makhluk hidup dalam ekosistem. Komponen abiotik (komponen penyusun ekosistem) merupakan segala sesuatu di luar makhluk hidup yang meliputi faktor fisik dan kimia. Komponen abiotik terdiri atas suhu, air, cahaya matahari, udara, bebatuan dan tanah, kelembaban, Altitude dan latitude. Komponen abiotik dapat memengaruhi komponen biotik, begitu pula sebaliknya. Berikut ini akan dijelaskan masing-masing dari komponen abiotik dalam ekosistem tersebut
a. Suhu
Suhu lingkungan merupakan faktor yang sangat penting bagi distribusi atau penyebaran suatu organisme.
b. Cahaya
Cahaya matahari merupakan sumber energi bagi seluruh makhluk hidup. Cahaya matahari menyediakan energi yang memengaruhi suatu ekosistem
c. Udara
Atmosfer bumi merupakan campuran berbagai macam gas (udara) serta partikelpartikel debu. Sekitar 78% gas di atmosfer berupa gas nitrogen, 21% gas oksigen, 1% gas argon, serta sekitar 0,035% terdiri gas CO2, sisanya berupa uap air
d. Air
Air merupakan komponen yang sangat penting bagi kehidupan makhluk hidup. Sebagian besar tubuh makhluk hidup (90%) tersusun oleh air, sehingga begitu pentingnya air bagi metabolisme makhluk hidup
https://biologi.guruindonesia.id/
Air Sebagai Komponen Ekosistem]

e. Tanah dan bebatuan
Tanah berfungsi sebagai tempat hidup berbagai makhluk hidup dalam suatu ekosistem. Di dalam tanah terdapat zat hara yang merupakan mineral penting untuk mempertahan kan proses di dalam tubuh, terutama bagi tumbuhan
https://biologi.guruindonesia.id/
Tanah Sebagai Penyusun Ekosistem

f. Kelembaban
Kelembaban udara menyatakan persentase jumlah uap air di udara. Uap air tersebut berasal dari penguapan air laut, sungai, danau, waduk dan sumber lain, maupun dari pelepasan uap air dari tubuh makhluk hidup
g. Altitude dan latitude
Altitude merupakan ketinggian tempat dari permukaan laut, sedangkan latitude merupakan perbedaan letak karena perbedaan jarak dari garis lintang. Topografi atau ketinggian tempat berpengaruh langsung terhadap kadar oksigen dan tekanan udara. Semakin tinggi suatu tempat, tekanan udara dan kadar oksigen akan semakin berkurang
https://biologi.guruindonesia.id/
Altitude dan Latitude

2. Komponen Biotik 
Komponen biotik adalah komponen penyusun ekosistem yang terdiri atas seluruh mahluk hidup (organisme) yang ada di dalamnya. Komponen ini berdasarkan peran dan fungsinya terbagi menjadi 2 jenis, yaitu sebagai komponen heterotof (konsumen) dan komponen pengurai (dekomposer)
a. Produsen
Produsen merupakan makhluk hidup yang mampu mengubah zat anorganik menjadi  zat organik (organisme yang bersifat autotrof). Proses tersebut hanya bisa dilakukan oleh tumbuhan yang berklorofil melalui proses fotosintesis
https://biologi.guruindonesia.id/
Produsen Meliputi(a) tnaman (b) alga dan(c)diantom

b. Konsumen
Konsumen atau konsumer merupakan organisme heterotrof yang tidak bisa membuat makanannya sendiri dan tergantung kepada organisme lain, baik bersifat heterotrof maupun yang autotrof
https://biologi.guruindonesia.id/
Konsumen dalam ekosistem

c. Dekomposer
Dekomposer mendapatkan nutrisi dan energi dengan memecah organisme mati dan  kotoran hewan. Proses yang terjadi adalah pengurai melepaskan nutrisi, seperti karbon dan nitrogen, kembali ke lingkungan. Nutrisi ini didaur ulang kembali ke ekosistem sehingga produsen dapat menggunakannya.
https://biologi.guruindonesia.id/
Dekomposer

d. Detrivora
Detrivora adalah organisme yang memakan partikel-partikel organik. Detritus merupakan hancuran jaringan hewan atau tumbuhan yang melapuk. Golongan detrivora  termasuk golongan cacing tanah, siput, teripang, lipan
https://biologi.guruindonesia.id/
Porcellio scaber (kiri) dan Oniscus asellus (tengah) hidup di kayu mati

C. Jenis Ekosistem
1. Ekosistem Darat Sesuai dengan namanya, ekosistem darat dapat diartikan sebagai ekosistem yang lingkungan fisiknya adalah berupa daratan. Adapun berdasarkan letak geografisnya, ekosistem darat sendiri dibedakan menjadi beberapa bioma, yaitu bioma gurun, bioma padang rumput, bioma hutan basah, bioma hutan gugur, bioma taiga, dan bioma tundra. Yang termasuk ekosistem darat adalah:
• Hutan hujan tropis
• Savana
• Padang rumput
• Gurun
• Hutan gugur 
• Taiga 
• Tundra 

a. Bioma Gurun 
b. Bioma Padang Rumput
c. Bioma Hutan Basah
d. Bioma Hutan Gugur 
e. Bioma Taiga
f. Bioma Tundra 

2. Ekosistem Buatan
a. Ekosistem sawah merupakan contoh ekosistem buatan yang dibangun oleh manusia sebagai tempat budidaya tanaman padi. Di dalam ekosistem sawah ditemui berbagai organisme pengganggu tanaman seperti serangga dan gulma, serta organisme lain yang hidup di dalamnya dan melakukan interaksi satu sama lain. 
b. Ekosistem waduk adalah contoh ekosistem buatan yang dibangun oleh manusia sebagai sarana penampungan air dari ekosistem sungai. Waduk atau bendungan tergolong ekosistem air tawar karena airnya tidak mengalir. 
c. Ekosistem kebun binatang adalah contoh ekosistem yang sengaja dibuat sebagai sarana rekreasi dengan ciri khas berupa banyaknya hewan liar yang dikandangkan. 
d. Beberapa contoh ekosistem buatan lainnya seperti ekosistem taman, ekosistem tanggul, dan ekosistem akuarium.

3. Ekosistem Perairan 
Ekosistem perairan terbagi menjadi dua, yaitu ekosistem air tawar dan ekosistem air laut. Pembagian ini berdasarkan perbedaan fisik dan kimiawi yang memengaruhi komunitas perairan tersebut. Bioma air tawar umumnya memiliki konsentrasi garam kurang dari 1%, sedangkan bioma laut umumnya memiliki kadar garam 3%. Ekosistem perairan, meliputi : 
a. Ekosistem Air Tawar
b. Ekosistem Laut
c. Ekosistem Estuari
d. Ekosistem Pantai Pasir
e. Ekosistem Pantai Batu
f. Ekosistem Terumbu Karang
g. Ekosistem Laut Dalam

a. Ekosistem Air Tawar
1) Lentik
2) Lotik
b. Ekosistem Laut
1) Ekosistem perairan laut dalam
2) Ekosistem perairan laut dangkal
3) Ekosistem terumbu karang
4) Ekosistem pantai batu
5) Ekosistem pantai lumpur

0 Response to "Ekosistem dan Konservasi"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel