Delapan Alasan Penghupusan Ujian Nasional (UN)

Delapan Alasan Penghupusan Ujian Nasional (UN)
Biologi.guruindonesia.id Salam hangat Guru Indonesia, semoga selalu diberikan kesehatan, kesuksesan dalam kehidupan sehari-hari. Pada kesempatan ini saya berbagi informasi terkait Delapan Alasan Penghupusan Ujian Nasional (UN).

Menanggapi hal ini Pengamat Pendidikan dari Center of Education, regulation, and Development Analysis (CERDAS) Indra Charismiadji mengatakan, UN memang sudah tidak relevan lagi dengan perkembangan zaman

"UN memang sudah lama ingin dihapus, dari kami yang rapat berulang kali di Kemendikbud." Indra menjelaskan, saat ini pemerintah tengah menyiapkan Asesmen Kompetensi Siswa Indonesia (AKSI) untuk menggantikan UN. Ia berharap, penilaian tersebut tidak sekadar mengganti UN namun juga mengubah sistem penilaiannya sesuai dengan zaman.

Apabila pemerintah, siapapun yang menjabat, ingin menghapuskan UN, hal yang perlu diperhatikan adalah harus ada signifikansi yang jelas antara UN ataupun penilaian jenis baru yang akan diterapkan nantinya. "Skema penilaian kemampuan siswa menggunakan tes, nilai, tidak lagi cocok diterapkan pada era Revolusi Industri 4.0,"

Bapak Sandiaga menyebut sistem UN akan dihapuskan, ia ingin mengganti ketentuan kelulusan dengan minat dan bakat. Dia menjelaskan, metode kelulusan murid melalui penelusuran minat dan bakat itu akan dilanjutkan dengan pola penyelarasan antara pendidikan dan kebutuhan tenaga kerja. "Kami juga punya konsep link and match,"

Konsep tersebut, dimaksudkan supaya ada korelasi antara kebutuhan dunia kerja dan kualitas hasil pendidikan. Karena itu, perlu adanya perubahan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan dan  Delapan Alasan Penghupusan Ujian Nasional (UN)

(Kemendikbud) mewacanakan moratorium atau penghapusan sementara ujian nasional (UN)
  1. Menindaklanjuti putusan Mahkamah Agung Nomor 2596 K/PDT/2008 tanggal 14 September 2008 "Memerintahkan kepada Para Tergugat untuk meningkatkan kualitas guru, kelengkapan sarana dan prasarana sekolah, akses informasi yang lengkap di seluruh daerah di Indonesia, sebelum mengeluarkan kebijakan pelaksanaan UN lebih lanjut," ujar Muhadjir membacakan petikan putusan tersebut di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (1/12/2016).
  2. Sesuai dengan nawacita untuk melakukan evaluasi terhadap model penyeragaman dalam sistem pendidikan nasional
  3. Moratorium UN, lanjut Muhadjir, juga guna menghindari siswa putus sekolah atau drop-out
  4. Muhadjir menilai, hasil UN hingga saat ini belum dapat menjadi instrumen peningkatan mutu pendidikan di Indonesia "Bentuk UN selama ini kurang mendorong berkembangnya kemampuan siswa secara utuh," kata dia
  5. Cakupan UN yang luas juga menciptakan kesulitan dalam memperoleh UN yang kredibel dan bebas dari kecurangan. Sumber daya yang dikerahkan untuk pelaksanaan UN sangat besar.
  6. UN juga dianggap tak berimplikasi sama dan secara langsung terhadap setiap peserta UN. "Hasil UN mempunyai implikasi ketika dimanfaatkan untuk kepentingan lain, misalnya seleksi," kata Muhadjir
  7. UN dinilai belum menjadi alat pemetaan yang tepat. Sebab, pemetaan mutu yang baik menuntut adanya instrumen pemetaan lain selain UN Pemetaan mutu, lanjut Muhadjir, tak perlu dilakukan setiap tahun dan tidak perlu diberlakukan untuk seluruh siswa
  8. UN dinilai cenderung membawa proses belajar ke orientasi yang salah. Sifat UN dianggap hanya menguji ranah kognitif dan beberapa mata pelajaran tertentu saja "Sekolah cenderung hanya terfokus pada mata pelajaran yang diberikan pada UN, kurang memperhatikan mata pelajaran lainnya," 
tutur Muhadjir. Format soal UN yang bersifat pilihan ganda juga menjauhkan siswa dari pembelajaran yang mendorong siswa berpikir kritis dan analis
"Juga (menjauhkan siswa) dari praktik-praktik penulisan esai sebagai latihan mengekspresikan pikiran dan gagasan anak didik,"

Sumber =kompas.com

0 Response to "Delapan Alasan Penghupusan Ujian Nasional (UN)"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel