SISTEM PEREDARAN DARAH PADA MANUSIA

https://biologi.guruindonesia.id/
SISTEM PEREDARAN DARAH PADA MANUSIA

Sistem peredaran darah disebut juga sistem sirkulasi. Sistem peredaran darah adalah proses pengedaran berbagai zat yang diperlukan ke seluruh tubuh seperti nutrisi dan oksigen, serta pengambilan zat-zat yang tidak diperlukan untuk dikeluarkan dari tubuh. Sistem ini juga berfungsi dalam mekanisme pertahanan tubuh terhadap benda-benda asing yang dapat menyebabkan penyakit. Fungsi-fungsi tersebut terkadang digolongkan secara terpisah, yaitu sebagai sistem kardiovaskuler dan limfatik. Organ yang berperan dalam kardiovaskular adalah jantung dan pembuluh darah. Sedangkan sistem limfatik melibatkan kelenjar limfa dan timus, yang menghasilkan atau memodifikasi sel yang disebut limfosit. Limfosit inilah yang dilepaskan ke dalam aliran darah dan menghancurkan benda-benda asing yang berbahaya bagi tubuh. Namun fungsi-fungsi tersebut melibatkan jaringan yang sama yaitu darah

A. Darah
Darah adalah jaringan khusus yang terdiri atas berbagai macam sel yang bersatu dalam cairan yang disebut plasma. Dalam kehidupan sehari-hari, bila kita menyebut darah, hal itu diidentikkan dengan darah yang berwarna merah. Padahal warna merah pada darah tidak selalu tetap, artinya warna itu bisa berubah-ubah. Darah cenderung berwarna merah tua, tetapi terkadang berwarna merah muda. Apakah yang menyebabkan warna darah menjadi demikian? Hal ini bisa terjadi dikarenakan di dalam darah yang berwarna merah muda mengandung kadar oksigen (O2) yang tinggi, sedangkan bila kadar karbondioksida (CO2) yang tinggi maka darah akan berwarna merah tua

1. Alat pengangkut zat-zat yang diperlukan tubuh, misalnya vitamin, gula, lemak, dan air yang diberikan untuk sel dalam jumlah tepat ke seluruh jaringan tubuh.
2. Transportasi oksigen dari paru-paru ke sel-sel seluruh tubuh, dan transportasi karbondioksida dari sel-sel seluruh tubuh ke paru-paru.
3. Pengangkutan sisa metabolisme dari sel-sel tubuh ke organ ekskresi (pengeluaran).
4. Pengangkutan hormon dari kelenjar endokrin ke sel-sel atau jaringan target.
5. Membantu keseimbangan cairan tubuh
6. Membantu dalam mengatur suhu tubuh.
Begitu banyak fungsi darah sehingga darah merupakan cairan tubuh yang sangat penting dan fungsinya tidak dapat digantikan oleh anggota tubuh yang lain. 

1. Komposisi Darah 
Darah manusia memiliki beberapa komposisi penyusunnya. Komposisi darah dapat diperoleh dengan cara memutar darah dalam suatu tabung dengan kecepatan tinggi (sentrifugasi). Dari hasil sentrifugasi, darah sebanyak 4,5 – 6.0 liter akan terpisah menjadi dua bagian, yaitu bagian bawah yang padat dan bagian atas berupa cairan. Cairan pada bagian atas adalah plasma darah (55%), sedangkan bagian bawah terdapat sel-sel darah (45%). 

a. Plasma Darah 
Plasma merupakan cairan yang menyertai sel-sel darah. Plasma ini berwarna kekuning-kuningan. Plasma darah mengisi sekitar 55% dari total volume darah. Salah satu fungsi plasma darah yaitu mengatur keseimbangan osmosis darah di dalam tubuh. Pada manusia, plasma darah tersusun atas air (90%) dan bahan-bahan terlarut (10%) seperti protein, ion, glukosa, enzim, hormon, kreatin dan urea.. 
b. Sel - Sel Darah 
Terdapat sekitar 45% sel - sel darah di dalam darah. Sel – sel darah tersusun atas sel darah merah (eritrosit), sel darah putih (leukosit), dan keping darah (trombosit)

a) Sel Darah Merah (Eritrosit) 
Sel darah merah merupakan penyusun sel-sel darah yang jumlahnya paling banyak. Sel darah merah pada wanita jumlahnya ± 4,5 juta/mm darah, sedangkan pada laki-laki ± 5 juta/mm3 darah. Namun, jumlah tersebut bisa naik atau turun, tergantung dari kondisi seseorang. Faktor-faktor yang mempengaruhi jumlah eritrosit adalah
(-) Jenis Kelamin Laki-laki normal jumlah konsentrasi eritrosit mencapai 5,1-5,8 juta/mm3 darah, sedangkan pada wanita normal 4,3-5,2 juta/mm3 darah.
(-) Usia Orang dewasa memiliki jumlah eritrosit lebih banyak dibanding anak-anak.
(-) Tempat Ketinggian Orang yang hidup di dataran tinggi cenderung memiliki jumlah ertrosit lebih banyak
(-) Kondisi Tubuh Seseorang Sakit dan luka yang mengeluarkan banyak darah dapat mengurangi jumlah eritrosit dalam darah. Sel-sel darah merah berbentuk bulat pipih dengan cekungan di kedua permukaannya (bikonkaf). Eritrosit memiliki diameter 75 nm, ketebalan di tepi 2 nm dan ketebalan di tengah 1 nm. Warna sel-sel darah merah disebabkan karena pigmen merah yang disebut hemoglobin (Hb) Hemoglobin adalah suatu protein yang terdiri atas heme dan globin. Heme adalah suatu pigmen yang mengandung zat besi (Fe). Heme inilah yang menyebabkan darah berwarna merah. Adapun globin adalah sejenis protein yang tersusun atas dua pasang rantai(alfa dan beta). Rantai tersebut berikatan dengan heme yang mengandung zat besi. Dalam peredarannya ke seluruh tubuh, darah diikat oleh Hb yang kemudian diberi nama oksihemoglobin. Selain mengikat O2, Hb juga dapat mengikat CO2 sisa metabolisme tubuh untuk dibuang melalui organ ekskresi. Hb yang mengangkut CO2 ini disebut karbominohemoglobin (HbCO2). Eritrosit dibentuk oleh hemositoblas yaitu sel batang mieloid yang terdapat di sumsum tulang. Sel-sel pembentuk sel darah merah ini disebut eritroblast. Eritoblast akan membentuk berbagai jenis leukosit, eritrosit, megakariosit (pembentuk keping darah). Rata-rata umur sel darah merah kurang lebih 120 hari. Sel-sel darah merah yang rusak akan dihancurkan dalam sistem retikulum endotelium terutama dalam limfa dan hati. Globin dan hemoglobin dipecah menjadi asamamino untuk digunakan sebagai protein dalam jaringan-jaringan dan zat besi dalam heme dari hemoglobin dikeluarkan untuk dibuang dalam pembentukan sel darah merah lagi.
https://biologi.guruindonesia.id/
Mekanisme penghantaran gas -gas respiratori oleh oksihemo globin dan karbominohemoglobin
b) Sel Darah Putih (Leukosit)
Sel darah putih ibarat serdadu penjaga tubuh dari serangan musuh. Jika kita terluka, maka sel darah putih ini akan berkumpul di bagian tubuh yang terkena luka, agar tidak ada kuman penyakit yang masuk melalui luka itu. Jika ada kuman yang masuk, maka dia akan segera melawannya. Dapat digambarkan, bahwa akan terjadi pertarungan antara kuman dengan sel darah putih. Timbulnya nanah pada luka itu merupakan gabungan dari sel darah putih yang mati, kuman, sel-sel tubuh, dan cairan tubuh.
-) Agranulosit
-) Granulosit
(1) mengepung daerah yang terkena infeksi,
(2) menangkap kuman-kuman penyakit hidup,
(3) menyingkirkan bahan lain seperti kotoran-kotoran.

c) Keping darah (Trombosit)
Ketika kita mengalami luka pada permukaan tubuh, maka tubuh akan mengeluarkan darah. Pendarahan tersebut terjadi disebabkan oleh sobeknya pembuluh darah. Saat keadaan luka yang ringan, setelah beberapa saat darah akan berhenti mengalir. Ketika terjadi luka pada permukaan tubuh, komponen darah, yaitu trombosit akan segera berkumpul mengerumuni bagian yang terluka dan akan menggumpal sehingga dapat menyumbat dan menutupi luka Di dalam darah terdapat protein (trombin) yang larut dalam plasma darah yang mengubah fibrinogen menjadi fibrin atau benang-benang. Fibrin ini akan membentuk anyaman dan terisi keping darah, sehingga mengakibatkan penyumbatan dan akhirnya darah bisa membeku. Proses pembekuan darah terjadi karena:
(-) Kulit terluka menyebabkan darah keluar dari pembuluh. Trombosit ikut keluar juga bersama darah kemudian menyentuh permukaan-permukaan kasar dan menyebabkan trombosit pecah. Trombosit akan mengeluarkan zat (enzim) yang disebut trombokinase. 
(-) Trombokinase akan masuk ke dalam plasma darah dan akan mengubah protrombin menjadi enzim aktif yang disebut trombin. Perubahan tersebut dipengaruhi ion kalsium (Ca) di dalam plasma darah. Protrombin adalah senyawa protein yang larut dalam darah yang mengandung globulin. Zat ini merupakan enzim yang belum aktif yang dibentuk oleh hati. Pembentukannya dibantu oleh vitamin K.2+
(-) Trombin yang terbentuk akan mengubah fibrinogen menjadi benang-benang fibrin. Terbentuknya benang-benang fibrin menyebabkan luka akan tertutup sehingga darah tidak mengalir keluar lagi. Fibrinogen adalah sejenis protein yang larut dalam darah. Coba kita bayangkan, apabila fibrin ini beredar di dalam darah kita tanpa adanya luka, apa yang akan terjadi? Tentunyaakan terjadi banyak penyumbatan darahyang bisa berakibat fatal dalam tubuh kita
https://biologi.guruindonesia.id/
Proses Pembekuan darah

2. Golongan Darah dan Transfusi Darah
Golongan darah manusia dibagi menjadi beberapa macam. Hal ini dapat dilihat dari aglutinogen (antigen) dan aglutinin (antibodi) yang terkandung dalam darah seseorang. Penggolongan darah ini pertama kali ditemukan oleh Dr. Lendsteiner dan Donath. Di dalam darah manusia terdapat aglutinogen (antigen) pada eritrosit dan aglutinin (antibodi) dalam plasma darah.

a. Aglutinogen A memiliki enzim glikosil transferase yang mengandung glutiasetil glukosamin pada rangka glikoproteinnya.
(-)Golongan darah Rh+, jika di dalam sel darah seseorang terdapat aglutinogen rhesus
b. Aglutinogen B memiliki enzim galaktose pada rangka glikoproteinnya
(-)Golongan darah Rh–, jika di dalam sel darah seseorang tidak terdapat aglutinogen rhesus.

Sistem rhesus ini dalam tranfusi darah juga harus diperhatikan. Apabila golongan darah Rh+ maka tidak boleh digunakan sebagai donor untuk golongan darah Rh,karena bisa terjadi aglutinasi (penggumpalan)

https://biologi.guruindonesia.id/
Dari tabel di atas disimpulkan donor darah golongan sejenis dan antar golongan darah dapat dilakukan, y a i t u :
Dari tabel di atas disimpulkan donor darah golongan sejenis dan antar golongan darah dapat dilakukan, y a i t u : 
a. Golongan darah A dapat menjadi donor bagi golongan darah A dan AB;
b. Golongan darah B dapat menjadi donor bagi golongan darah B dan AB;
c. Golongan darah AB dapat menjadi donor bagi golongan darah AB;
d. Golongan darah O dapat menjadi donor bagi golongan darah A, B dan AB
Golongan darah O disebut sebagai donor universal yaitu donor bagi semua golongan darah. Apabila dipandang dari resipiennya terlihat bahwa:
a. Golongan darah A dapat menjadi resipien dari golongan darah A dan O;
b. Golongan darah B dapat menjadi resipien dari golongan darah B dan O;
c. Golongan darah AB dapat menjadi resipien dari golongan darah A, B, AB dan O.
Dalam hal ini golongan darah AB disebut resipien uniersal, yaitu resipien dari semua golongan darah dan golongan darah O hanya dapat menjadi resipien dari golongan darah O saja

B. Organ-Organ Peredaran Darah
1. Jantung
Jantung termasuk salah satu organ vital dalam tubuh kita. Jantung terletak di dalam rongga mediastinum dari rongga dada (toraks), di atas paru-paru. Beratnya 250-350 gram dan hampir seukuran kepalan tangan. Jantung terbuat dari otot jantung tak sadar, dan ini yang menyebabkan mengapa jantung terus berdetak bahkan ketika kita tidur. Fungsi jantung adalah memompa darah ke seluruh tubuh

a. Peredaran darah besar, peredaran darah yang membawa darah dari bilik kiri ke seluruh tubuh dan kembali ke serambi kanan
b. Peredaran darah kecil, peredaran darah yang membawa darah dari bilik kanan menuju paru-paru, kemudian kembali ke serambi kiri.
(-)Valvula trikuspidalis dan valvula mitral, klep (katup) ini terdapat antara serambi kanan dan bilik kanan.
(-)Valvula bikuspidalis, letak klep (katup) ini terdapat antara serambi kiri dan bilik kiri.
(-)Valvula semilunaris, klep (katup) ini terdapat pada pangkal nadi besar.

Sistem saraf yang bekerja pada jantung adalah sebagai berikut
a. Simpul Keith–Flack (nodus sino aurikularis), terdapat pada dinding serambi di antara vena yang masuk ke serambi kanan.
b. Simpul Tawara (nodus atrioventrikularis), terdapat pada sekat serambi dengan bilik.
c. Berkas His, yang terdapat pada sekat antara bilik jantung. Simpul saraf ini bercabang-cabang ke otot serambi jantung.

2. Pembuluh Darah
Pembuluh darah merupakan jalan bagi darah yang mengalir dari jantung menuju ke jaringan tubuh, atau sebaliknya. Pembuluh darah melayani berbagai fungsi dalam menjaga tubuh tetap hidup dan sehat yaitu mengangkut darah dari jantung, mengangkut darah beroksigen ke seluruh tubuh, mengangkut darah dari arteri ke kapiler, menguras darah dari kapiler ke dalam vena dan bertukar oksigen, karbon dioksida, air dan garam antara tubuh dan jaringan sekitarnya
https://biologi.guruindonesia.id/
Setruktur Pembuluh Darah
a. Pembuluh nadi
b. Pembuluh vena
c. Pembuluh kapiler 
d. Pembuluh Limfa 

C. Gangguan dan Penyakit pada Sistem Darah
Terdapat beberapa gangguan dan penyakit pada sistem peredaran darah. Gangguan dan penyakit tersebut dapat disebabkan oleh faktor fisik, aktivitas, maupun makanan yang dikonsumsi. 

1. Hipertensi 
Hipertensi disebut pula sebagai penyakit tekanan darah tinggi. Orang yang mengidap hipertensi memiliki nilai sistol dan diastol melebihi batas normal (>140/90 mmHg). Kebalikan dari hipertensi adalah hipotensi. Hipotensi merupakan penyakit tekanan darah rendah. Penderita hipotensi memiliki nilai sistol di bawah 100 mmHg. Hipotensi memiliki gejala, seperti lesu, pusing, gangguan penglihatan, dan sering pingsan. 

2. Arteriosklerosis 
Arteriosklerosis merupakan penyakit berupa pengapuran pembuluh darah karena endapan lemak. Apabila pembuluh darah tersumbat oleh endapan zat kapur, penyakit tersebut dinamakan arteriosklerosis. Kedua penyakit tersebut dapat mengakibatkan darah tidak dapat mengalir. Pecahnya pembuluh darah di otak dapat menyebabkan stroke. 

3. Gagal Jantung 
Gagal jantung adalah penyakit akibat penurunan kekuatan kontraksi otot jantung. Hal tersebut akan mengakibatkan volume peredaran darah ke seluruh tubuh berkurang. Gejala gagal jantung cepat lelah, sesak napas, dan jantung membengkak

0 Response to "SISTEM PEREDARAN DARAH PADA MANUSIA"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel