Sistem Gerak Pada Manusia

https://biologi.guruindonesia.id/
SISTEM GERAK PADA MANUSIA

Cakupan materi pembelajaran Biologi Kesehatan Bab 1 SISTEM GERAK PADA MANUSIA disajikan secara sistematis, komunikatif, dan integratif. Di setiap awal bab dilengkapi gambar pembuka pelajaran, bertujuan memberikan gambaran materi pembelajaran yang akan dibahas, dan mengajarkan peserta didik konsep berpikir kontekstual dan logis sekaligus merangsang cara berpikir lebih dalam. Selain itu, buku ini juga ditata dengan format yang menarik dan didukung dengan foto dan ilustrasi yang representatif. Bahasa digunakan sesuai dengan tingkat kematangan emosional peserta didik sehingga peserta didik lebih mudah memahami konsep materinya
Buku untuk SMK Kesehatan Kelas XI ini terdiri atas enam bab, yaitu Sistem Gerak
pada Manusia; Sistem Peredaran Darah pada Manusia; Sistem Pencernaan Makanan;
Sistem Pernapasan; dan Sistem Ekskresi. Untuk lebih jelasnya, perhatikan petunjuk untuk
pembaca berikut:
(1) Judul Bab, disesuaikan dengan tema materi dalam bab.
(2) Kata Kunci, panduan Kalian dalam mempelajari konsep materi.
(3) Tujuan Pembelajaran, tujuan umum yang harus Kalian capai pada bab yang dipelajari.
(4) Gambar Pembuka Bab, disajikan untuk memberi gambaran tentang materi yang akan dipelajari.
(5) Peta Konsep, menggambarkan hubungan antarkonsep sehingga memudahkan Kalian mempelajari materi dalam bab.
(6) Materi Pembelajaran, disajikan secara sistematis, komunikatif, integratif, dan sesuai dengan perkembangan ilmu dan teknologi sehingga Kalian dapat tertantang untuk belajar lebih jauh.
(7) Gambar dan Ilustrasi, sesuai dengan materi dalam bab yang disajikan secara menarik dan mudah dipahami.
(8) Rangkuman, merupakan ringkasan materi pembelajaran bab.
(9) Evaluasi Kompetensi Bab, merupakan penekanan terhadap pemahaman konsep materi, berkaitan dengan materi dalam bab.

A. Tulang dan Rangka Manusia 
selalu melakukan gerak. Gerak adalah tanggapan atau reaksi tubuh terhadap rangsangan baik dari dalam maupun dari luar tubuh. Gerak dapat berupa gerakan sebagian anggota tubuh maupun seluruh tubuh. Gerak merupakan suatu hasil kerja dua komponen, yaitu tulang dan otot. Tulang merupakan salah satu bagian sistem rangka yang terbuat dari jaringan ikat tulang. Tulang disebut sebagai alat gerak pasif dan otot disebut alat gerak aktif. Tulang merupakan alat gerak pasif karena tulang tidak bisa bergerak sendiri, hanya dapat digerakkan oleh otot. Otot yang berkontraksi menyebabkan tulang bergerak. Beberapa fungsi tulang antara lain: Sebagai alat gerak bersama dengan otot, tempat melekatnya otot, pelindung organ lunak dan vital, tempat memproduksi sel-sel darah, tempat penyimpanan cadangan mineral, berupa kalsium dan fosfat, serta cadangan lemak.

1. Jenis-Jenis Tulang Tulang 
sangat banyak jenisnya, baik bentuk maupun penyusunnya.Berdasarkan jaringan penyusunnya, tulang dapat dikelompokkan sebagai berikut. 
a. Tulang Rawan (Kartilago) Tulang rawan terdiri atas sel-sel tulang rawan (kondrosit), serabut kolagen, dan matriks. Sel-sel tulang rawan dibentuk oleh bakal sel-sel tulang rawan, yaitu kondroblas. Berdasarkan susunan serabutnya, tulang rawan dapat digolongkan menjadi tiga jenis, yaitu:
1) Tulang rawan hialin, mempunyai serabut tersebar dalam anyaman yang halus dan rapat. Tulang rawan hialin terdapat di ujung-ujung tulang rusuk yang menempel ke tulang dada.
2) Tulang rawan elastis, susunan sel dan matriksnya mirip tulang rawan hialin, tetapi tidak sehalus dan serapat tulang rawan hialin. Tulang rawan elastis terdapat di daun telinga, laring, dan epiglotis.
https://biologi.guruindonesia.id/
(a) Tulang Rawan Hialin, (b) Tulang Rawan Fibrosa, dan (e) Tulang Rawan Clastis
3) Tulang rawan fibrosa, matriksnya tersusun kasar dan tidak beraturan.Tulang rawan fibrosa terdapat di cakram antartulang belakang dan simfisis pubis (pertautan tulang kemaluan).
https://biologi.guruindonesia.id
Tulang keras terdiri atas sel - sel hidup yang disebut ostcosit
b. Tulang Keras (Osteon) Tulang keras bersifat keras dan berfungsi sebagai penyusun sistem rangka tubuh. Tulang terbentuk dari tulang rawan yang mengalami penulangan (osifikasi). Ketika tulang rawan (kartilago) terbentuk, rongga-rongga matriksnya terisi oleh sel osteoblas. Osteoblas merupakan lapisan sel tulang muda. Osteoblas akan menyekresikan zat interseluler seperti kolagen yang akan mengikat zat kapur. Osteoblas yang telah dikelilingi zat kapur akan mengeras dan menjadi osteosit (sel tulang keras). Antara sel tulang yang satu dan sel tulang yang lain dihubungkan oleh juluran-juluran sitoplasma yang disebut kanalikuli. Setiap satuan sel osteosit akan mengelilingi suatu sistem saraf dan pembuluh darah sehingga membentuk sistem Havers.
https://biologi.guruindonesia.id
Tulang kelompak dan tulang spons
Matriks di sekitar sel-sel tulang memiliki senyawa protein yang dapat mengikat kapur (CaCO3) dan fosfor (CaPO4). Kapur dan fosfor tersebut membuat tulang menjadi keras. Berdasarkan matriksnya, bagian tulang dapat dikelompokkan menjadi dua bagian, yaitu tulang kompak dan tulang spons
https://biologi.guruindonesia.id/
(a)Tulang pendek, (b)tulang pipa, (c)tulang ireguler, dan (d)tulang pipih

Tulang kompak memiliki matriks yang padat dan rapat, sedangkan tulang spons memiliki matriks yang berongga-rongga. Sebenarnya, kedua jenis tulang tersebut terdapat di suatu tempat yang sama. Penamaan diambil hanya dengan melihat bagian mana yang paling dominan. Berdasarkan bentuk dan ukurannya, tulang dapat dibedakan menjadi empat jenis, yaitu tulang pendek, tulang pipa (panjang), tulang pipih, dan tulang ireguler.
https://biologi.guruindonesia.id
Tulang pendek pada pangkal telapak tangan
Tulang pendek memiliki bentuk seperti kubus. Tulang pendek berukuran pendek. Tulang ini hanya ditemukan di pangkal kaki, pangkal lengan, dan ruas-ruas tulang belakang. Tulang pendek diselubungi jaringan padat tipis. Tulang ini memiliki inti tulang spongiosa yang dikelilingi tulang kompakta. Tulang pendek sebagian besar terbuat dari jaringan tulang jarang karena diperlukan sifat yang ringan dan kuat. Karena kuatnya, maka tulang pendek mampu mendukung bagian tubuh seperti terdapat pada tulang pergelangan tangan
https://biologi.guruindonesia.id
struktur tulang pipa
Tulang pipa (panjang) memiliki bentuk seperti tabung yang berongga. Selain itu, pada ujung-ujung tulang pipa terdapat perluasan bentuk sebagai fungsi untuk berhubungan dengan tulang lain. Tulang pipa dapat ditemukan di tulang betis, tulang hasta, tulang kering, dan tulang pengumpil. Tulang pipa bekerja sebagai alat ungkit dari tubuh dan memungkinkan adanya pergerakan. Tulang pipa terdiri atas dua bagian, yaitu diafisis dan epifisis. Diafisis adalah bagian "badan" tulang, sedangkan epifisis adalah bagian tepi atau bagian "kepala" tulang. Di bagian tengah terdapat rongga besar, disebut kanalis medularis, yang berisi sumsum kuning dan banyak mengandung zat lemak. Di antara epifisis dan diafisis, dibatasi oleh bagian yang disebut cakram epifisis. Cakram epifisis lebih lambat proses penulangannya dibandingkan dengan daerah diafisis. Selaput yang menyelimuti bagian luar tulang yaitu periosteum. Periosteum mengandung osteoblas (sel pembentuk jaringan tulang), jaringan ikat, dan pembuluh darah. Periosteum merupakan tempat melekatnya otot-otot skeleton ke tulang dan berperan dalam nutrisi, pertumbuhan dan reparasi tulang rusuk 
Adapun tulang ireguler merupakan tulang yang memiliki bentuk tidak beraturan, sehingga disebut pula tulang tidak beraturan. Tulang ireguler dapat ditemukan pada tulang penyusun wajah dan tulang belakang. Sesuai dengan namanya, tulang pipih memiliki bentuk pipih atau lempengan dan lebar.Tulang pipih memiliki dua lapisan tulang kompakta yang disebut lamina eksterna dan interna osiskrani yang dipisahkan oleh satu lapisan tulang spongiosa yang disebut diploe.Di dalam tulang pipih berisi sumsum merah, tempat pembuatan sel darah merah dan sel darah putih. Tulang pipih berfungsi sebagai penyusun dinding rongga atau sebagai pelindung. Contoh tulang pipih adalah tulang rusuk, tulang belikat, dan tulang tengkorak. 

2. Pembentukan Tulang Manusia 
https://biologi.guruindonesia.id
Proses Pembentukan tulang
memiliki rangka tubuh ketika dalam tahap perkembangan embrio. Rangka tubuh dalam masa embrio masih berupa tulang rawan (kartilago). Kartilago berwarna transparan dan lebih lentur. Kartilago dibentuk oleh sel-sel mesenkim. Di dalam kartilago akan diisi oleh osteoblas. Osteoblas merupakan sel-sel pembentuk tulang keras. Osteoblas akan mengisi jaringan sekelilingnya dan membentuk osteosit (sel-sel tulang). Sel-sel tulang dibentuk secara konsentris (dari arah dalam ke luar). Setiap sel-sel tulang akan mengelilingi pembuluh darah dan serabut saraf, membentuk sistem Havers. Setiap kelompok lapisan terdapat sel tulang yang berada pada tempat yang disebut lakuna. Pada saluran Harvers terdapat pembuluh darah yang berhubungan dengan pembuluh darah pada periosteum (selaput yang menyelimuti bagian luar tulang), yang bertugas memberikan zat makanan ke bagian-bagian tulang. Selain itu, di sekeliling sel-sel tulang ini terbentuk senyawa protein pembentuk matriks tulang. Matriks tulang akan mengeras karena adanya garam kapur (CaCO3) dan garam fosfat (Ca3(PO4)2). Makin keras suatu tulang, makin berkurang pula zat perekatnya. Bahkan, pada tulang pipa yang keras sel-sel tulangnya telah mati sehingga hanya tampak lakuna saja. Tulang yang menyusun rangka manusia berjumlah kurang lebih 206 buah. Di dalam tulang terdapat sel-sel osteoklas. Sel-sel ini berfungsi menyerap kembali sel tulang yang sudah rusak dan dihancurkan. Adanya aktivitassel osteoklas, tulang akan berongga. Rongga ini kelak berisi sumsum tulang. Osteoklas membentuk rongga sedangkan osteoblas terus membentuk osteosit baru ke arah permukaan luar. Tulang akan bertambah besar dan berongga. Jadi, sel osteoblas dan osteoklas dapat diibaratkan bertugas untuk membongkar pasang tulang karena setiap saat sel-sel tulang ada yang mengalami kerusakan 
https://biologi.guruindonesia.id
Proses osifikasi
Pada kasus patah tulang, bagian tersebut harus secepatnya dikembalikan pada susunan semula. Apabila kasusnya parah, kadang-kadang ditambahkan pen untuk menyambung. Sel-sel tulang yang rusak akan dimakan oleh osteoklas dan terjadilah proses perbaikan tulang. Lama waktu pemulihan tulang tergantung pada umur seseorang. Proses pemulihan tulang pada anak-anak berlangsung lebih cepat dibandingkan orang tua. Proses pembentukan tulang keras disebut osifikasi. Proses osifikasi terjadi dalam beberapa tahap:(a) kartilago, (b) ban periosteum terbentuk, (c) perkembangan pusat osifikasi primer, (d) masuknya pembuluh darah, (e) rongga sumsum tulang terbentuk, (f) penipisan dan pemanjangan ban, (g) pembentukan pusat osifikasi sekunder, (h) sisa kartilago sebagai lempeng epifisis, (i) pembentukan batas epifisis. Proses ini dibedakan menjadi dua, yaitu osifikasi intramembranosa dan osifikasi intrakartilagenosa. Osifikasi intramembranosa disebut juga penulangan langsung (osifikasi primer). Proses ini terjadi pada tulang pipih, misalnya tulang tengkorak. Penulangan ini terjadi secara langsung dan tidak akan terulang lagi untuk selamanya. Contoh osifikasi intrakartilagenosa adalah pembentukan tulang pipa. Osifikasi ini menyebabkan tulang bertambah panjang. 

3. Sistem Rangka Manusia 
https://biologi.guruindonesia.id
Tulang - Tulang penyusun tubuh manusia
 Tulang yang menyusun rangka manusia berjumlah kurang lebih 206 buah. Tulangtulang tersebut memiliki struktur dan fungsi yang berbeda-beda. Berdasarkan letak tulangtulang terhadap sumbu tubuh, rangka dapat dikelompokkan menjadi dua kelompok Kelompok pertama adalah rangka aksial yang berada di bagian tengah sumbu tubuh. Kelompok kedua, adalah rangka apendikular yang berada di bagian tepi dari sistem rangka aksial Rangka aksial terdiri atas tulang kepala (tengkorak), ruas-ruas tulang belakang (vertebrae), tulang dada (sternum), dan tulang rusuk (kosta). Rangka apendikular terdiri atas gelang bahu, anggota gerak atas (tungkai atas), gelang panggul, dan anggota gerak bawah (tungkai bawah).

a. Rangka Aksial Rangka aksial disebut juga rangka poros atau sumbu tubuh. Disebut demikian, karena hampir semua tulang anggota rangka aksial berada di garis sumbu tubuh. Rangka aksial tersusun atas tulang kepala (tengkorak), tulang belakang (vertebrae), tulang dada (sternum), dan tulang rusuk (kosta) Rangka aksial terdiri atas tulang kepala (tengkorak), ruas-ruas tulang belakang (vertebrae), tulang dada (sternum), dan tulang rusuk (kosta). Rangka apendikular terdiri atas gelang bahu, anggota gerak atas (tungkai atas), gelang panggul, dan anggota gerak bawah (tungkai bawah).

1) Tulang kepala (Tengkorak)
Tulang kepala terdiri atas tulang tempurung (kranium) dan tulang rahang. Tulang tengkorak berbentuk pipih, saling berhubungan, dan membentuk rongga.Tulang-tulangini mengelilingi dan melindungi otak yang adadi dalamnya. Tulang kepala tersusun dari 22 tulang yang membentuk satu kesatuan dan berfungsi sebagai pelindung otak, organ pendengaran, dan organ penglihatan. Tulang tengkorak berhubungan dengan bagian atas tulangbelakang (tulang leher). Di bagian bawah tempurung kepala terdapat rongga khusus yang disebut foramen magnum yang menjadi tempat masuk dan keluarnya pembuluh saraf serta darah yang kemudian menuju ke sumsum tulang belakang. Tulang-tulang yang menyusun tulang tengkorak dibedakan menjadi dua, yaitu:
a) Tulang-tulang yang membentuk bagian kepala Kelompok tulang-tulang ini meliputi:
(1) tulang baji (sfenoid) 2 tulang
(2) tulang tapis (etmoid) 1 tulang
(3) tulang pelipis (temporal) 2 tulang
(4) tulang dahi (frontal) 1 tulang
(5) tulang ubun-ubun (parietal) 2 tulang
(6) tulang kepala belakang (oksipital) 1 tulang
b) Tulang-tulang yang menyusun wajah Kelompok tulang-tulang ini meliputi:
(1) tulang rahang atas (maksila) 2 tulang
(2) tulang rahang bawah (mandibula) 2 tulang
(3) tulang pipi (zigomatikus) 2 tulang
(4) tulang langit-langit (palatinum) 2 tulang
(5) tulang hidung (nasale) 2 tulang
(6) tulang mata (lakrimalis) 2 tulang
(7) tulang pangkal lidah 1 tulang
https://biologi.guruindonesia.id/
(a) Tulang Tengkorak, (b) bagian kepala, dan (c) bagian muka

2) Tulang Belakang (Vertebrae) 
https://biologi.guruindonesia.id/
Ruas tulang belakang
Tulang belakang merupakan penopang tubuh utama, terdiri atas jejeran tulang- tulang belakang (vertebrae). Tulang belakang ini bersifat kuat tetapi lentur. Hal ini disebabkan karena tulang belakang bertugas menopang hampir dua pertiga dari berat badan. Di sisi lain ia harus melakukan banyak pergerakan tubuh, antara lain memutar kepala dan sebagainya. Tulang belakang ini juga berfungsi untuk melindungi saraf-saraf tulang belakang. Ruas tulang belakang manusia berjumlah 33 buah. Tulang-tulang tersebut membentuk suatu kesatuan memanjang yang membentuk sumbu tubuh dan menopang tengkorak. Di antara tulang-tulang belakang (vertebrae) terdapat discus invertebralis merupakan tulang rawan yang membentuk sendi yang kuat dan elastis. Discus invertebralis memungkinkan tulang belakang bergerak ke segala arah

Tulang belakang tersusun dari beberapa tulang, antara lain seperti berikut.
(a) Tulang Leher (Servikal) Ruas pertama tulang leher disebut atlas, sedangkan ruas kedua disebut tulang pemutar. Tulang leher terdiri atas 7 buah tulang yang bertugas menopang kepala, leher, dan menggerakkan kepala untuk menunduk, serta menengadah ke samping kiri dan kanan.
(b) Tulang Punggung (Dorsalis) Tulang punggung memiliki 12 buah tulang yang bersifat agak kaku sebab tulangtulang di bagian ini hampir semuanya dipersatukan oleh tulang rusuk.
(c)Tulang Pinggang (Lumbal) Ada 5 buah tulang yang menyusun tulang pinggang pada daerah ini, biasanya sering terjadi gangguan, misalnya nyeri atau pegal linu. 
https://biologi.guruindonesia.id/
Tulang sakral tampak dari depan(a) dan belakang(b) 
(d) Tulang Sakral (Sakrum) Penyusun tulang ini adalah tulang kelangkang yang berjumlah 5 buah dan tulang ekor yang berjumlah 4 buah. Tulang-tulang ini membentuk sebagian tulang pinggul

3) Tulang Dada (Sternum)
Tulang dada terdiri atas tulang-tulang yang berbentuk pipih, antara lain tulang hulu atau tangkai (manubrium sterni), tulang badan (corpus sterni), dan tulang taju pedang (processus xyphoideus). Bersama lekukan thorax pada tulang belakang, tulang dada dan tulang rusuk membentuk rongga dada (thorax) yang melindungi organ-organ penting seperti jantung, paru-paru, dan pembuluh darah
https://biologi.guruindonesia.id/
Tulang dada dan tulang rusuk
4) Tulang Rusuk (Kosta)
Penyusun tulang rusuk berjumlah 12 pasang, yaitu tulang rusuk sejati (costa vera) sebanyak 7 pasang, tulang rusuk palsu (costa spuria) sebanyak 3 pasang, dan 2 pasang rusuk melayang (costa fluctuantes). Bagian depan tulang rusuk sejati menempel pada tulang dada dan bagian belakangnya menempel pada ruas-ruas tulang punggung, sedangkan bagian depan tulang rusuk palsu menempel pada tulang rusuk di atasnya dan bagian belakang menempel pada ruas-ruas tulang punggung. 
b. Rangka Apendikular 
Rangka apendikular disebut juga sebagai rangka tambahan. Secara umum, rangka apendikular adalah tulang-tulang penyusun alat gerak, yaitu tangan dan kaki. Rangka apendikular dapat dikelompokkan menjadi gelang bahu, tulang anggota gerak atas, gelang panggul, dan tulang anggota gerak bawah.

1) Gelang bahu 
https://biologi.guruindonesia.id/
Rangka apendikular manusia
Terdapat dua gelang bahu, yaitu kanan dan kiri. Masing-masing gelang bahu terdiri atas tulang selangka (clavicula) dan tulang belikat (scapula). Tulang selangka berjumlah 2 buah. Tulang selangka berbentuk seperti huruf “S”. Ujung yang satu melekat pada tulang dada sedangkan ujung yang lain berakhir pada ujung bahu. Tulang selangka menjadi penghubung antara gelang bahu dan rangka tubuh.Tulang belikat berjumlah 2 buah yang berbentuk segi bahu dan taju paruh gagak

2) Tulang anggota gerak atas Tulang anggota gerak atas terdiri atas dua tungkai, kanan dan kiri. Masing-masing terdiri atas
(a) tulang lengan atas (humerus)
(b) tulang hasta (ulna)
(c) tulang pengumpil (radius)
(d) 8 tulang pergelangan tangan (carpal)
(e) 5 tulang telapak tangan (metacarpal)
(f) 14 tulang jari tangan (phalanges)
https://biologi.guruindonesia.id/
Tulang anggota gerak atas
3) Gelang panggul (Pelvis) Gelang panggul terdiri atas 2 tulang pinggul (coxae) di kanan dan kiri. Gelang panggul sangat stabil dan berfungsi menahan berat tubuh. Tulang panggul terdiri atas tiga bagian, yaitu tulang usus (ileum) berjumlah 2 buah, tulang duduk (iskhium) berjumlah 2 buah, dan tulang kemaluan berjumlah 2 buah.
4) Tulang anggota gerak bawah Tulang anggota gerak bawah terdiri atas dua tungkai kaki, kanan dan kiri. Masing-masing terdiri atas 
(a) Tulang paha (femur)
(b) Tulang tempurung (patella)
(c) Tulang kering (tibia)
(d) Tulang betis (fibula)
(e) 7 tulang pergelangan kaki (tarsal)
(f) 5 tulang telapak kaki (metatarsal)
(g) 14 tulang jari kaki (phalanges)
https://biologi.guruindonesia.id/
Tulang anggota gerak bawah

4. Hubungan Antartulang Artikulasi adalah istilah untuk menyatakan hubungan antartulang. Namun, pada umumnya orang lebih sering menggunakan istilah persendian daripada istilah artikulasi. Sebuah artikulasi terdiri atas dua atau lebih tulang yang berhubungan. Hubungan antar tulang disebut juga persendian (sendi). Persendian adalah tempat antara tulang-tulang atau antara tulang dan tulang rawan. Untuk memungkinkan adanya pergerakan, diperlukan adanya sendi. Sendi dibentuk pada kartilago di daerah sendi. Pada persendian terdapat cairan pelumas yang disebut cairan sinovial. Tulang-tulang disatukan dengan jaringan ikat yang lentur dengan adanya sendi, sehingga terbentuklah rangka dan gerakan-gerakan tulang. Secara fungsional, persendian dibagi menjadi tiga, yaitu sinartrosis, amfiartrosis, dan diartrosis. 
a. Sinartrosis Sinartrosis adalah hubungan antartulang yang rapat sehingga tidak memungkinkan pergerakan sama sekali. Berdasarkan jaringan yang menghubungkannya, sinartrosis dibedakan menjadi sinartrosis sinfibrosis dan sinartrosis sinkondrosis. Sinartosis sinfibrosis dihubungkan oleh jaringan ikat fibrosa. Persendian ini terdapat pada tulang tengkorak. Lekukan pada tulang tengkorak disebut sutura. Adapun sinartrosis sinkondrosis dihubungkan oleh tulang rawan, misalnya hubungan tulang rusuk dan tulang dada
https://biologi.guruindonesia.id/
Persendian sinartrosis sinfibrosis

b. Amfiartrosis 
Amfiartrosis  merupakan persendian dengan gerakan  terbatas. Misalnya hubungan  antar tulang rusuk dengan ruas-ruas tulang belakang. Tulang-tulang tersebut dapat menimbulkan gerakan pada saat kita bernapas. Pada persendian amfiartrosis, kedua ujung tulang yang berhubungan dilapisi oleh tulang rawan hialin. Bantalan tulang rawan hialin cukup tebal. Di bagian luar, kedua tulang tersebut diikat oleh jaringan ikat longgar Amfiartrosis dibagi menjadi dua, yaitu simfisis dan sindesmosis. Simfisis merupakan persendian yang dihubungkan oleh jaringan tulang rawan yang tipis. Contoh simfisis adalah sendi antartulang belakang dan pada tulang kemaluan. Adapun sindesmosis merupakan persendian yang  dihubungkan oleh banyak  jaringan  ikat. Contoh sindesmosis adalah sendi antara tibia dan fibula
https://biologi.guruindonesia.id/
Hubungan antar tulang belakang termasuk contoh persendian amfiartrosis
c. Diartrosis
1) Sendi peluru
2) Sendi engsel 
3) Sendi putar
4) Sendi pelana
5) Sendi ovoid/ellipsoid
6) Sendi luncur

5. Kelainan dan Gangguan pada Tulang
a. Fraktura
b. Gangguan pada Tulang Belakang
c. Gangguan Persendian 
d. Rheumatism (Rheumatic)
e. Osteoporosis
f. Rakhitis
g. Mikrosefalus

0 Response to "Sistem Gerak Pada Manusia"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel